Sabtu, 12 Oktober 2019

Meringkas PSAK 2 Laporan Arus Kas


PSAK 2
LAPORAN ARUS KAS

Mengapa laporan arus kas menjadi sangat penting bagi perusahaan?
       Karena laporan arus kas merupakan laporan yang tidak dapat dibohongi, dimana laporan arus kas ini dapat menunjukkan bahwa berjalan atau tidaknya kegiatan operasional suatu entitas. Dan mempermudah entitas untuk melihat apakah entitas mendapatkan keuntungan/laba atau sebaliknya entitas mengalami defisit.
Dan juga informasi penting yang bisa menjadi dokumen pendukung untuk para investor, dan kreditur untuk menilai sebuah entitas.

PENGANTAR
     PSAK 2 tentang Laporan Arus Kas telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia (DSAK IAI) pada tanggal 22 Desember 2009.
PSAK ini merevisi PSAK 2 tentang Laporan Arus Kas yang telah dikeluarkan pada tanggal 7 September 1994.
Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak material.

PENGANTAR PENYESUAIAN
       DSAK IAI telah mengesahkan penyesuaian atas PSAK 2 tentang Laporan Arus Kas pada tanggal 27 Agustus 2014.

PENGANTAR AMENDEMEN
      Amendemen PSAK 2: Laporan Arus Kas tentang Prakarsa Pengungkapan telah disahkan oleh DSAK IAI pada tanggal 28 September 2016.Amendemen PSAK 2 merupakan adopsi dari Amendemen IAS 7 Disclosere Initiative yang berlaku efektif per 1 Januari 2017.

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 2
LAPORAN ARUS KAS
Tujuan
  • Informasi arus kas berguna sebagai dasar untuk menilai kemampuan entitas, menilai kebutuhan entitas, proses pengambilan keputusan ekonomi serta evaluasi kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya.
  • Informasi arus kas mengambarkan perubahan historis dalam kas dan setara kas yang mengklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama suatu periode.

Ruang Lingkup
Entitas menyusun laporan keuangan sesuai dengan persyaratan dalam PSAK 2 dan menyajikan laporan sebagai bagian takterpisahkan dari laporan keuangan (LK) setiap periode penyajian LK.
  • Manfaat Informasi Arus Kas: Untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan memungkinkan pengguna mengembangkan model untuk menilai
  • Membandingkan nilai kini arus kas masa depan dari berbagai entitas
  • Meningkatkan keterbandingan pelaporan kinerja operasi berbagai entitas
Definisi:

Arus kas dari kegiatan operasi (cash flows from operating activities) adalah arus kas yang berasal dari transaksi yang memengaruhi labaa bersih.
Contoh: Pembelian dan penjualan barang oleh peritel.

Arus kas dari kegiatan investasi (cash flows from investing activities) adalah arus kas yang berasal dari transaksi yang memengaruhi investasi dalam aset non lancar.
Contoh: Penjualan dan pembelian aset tetap, seperti peralatan dan gedung.

Arus kas dari kegiatan pendanaan (cash flos from financing activities) adalah arus kas yang berasal dari transaksi yang memengaruhi utang dan ekuitas perusahaan.
Contoh: Penerbitan atau penebusan surat berharga ekuitas dan utang.

Kas dan Setara Kas
Kas terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand deposits)
Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, yang dengan cepat dapat dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki resiko perubahan nilai yang tidak signifikan.
  • Suatu investasi akan segera jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehannya.
  • Investasi dalam bentuk ekuitas tidak termasuk setara kas, dan substansi invetasi dalam bentuk ekuitas adalah setara kas.
  •  Cerukan (bank overdraft) termasuk komponen kas dan setara kas.

Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas.

PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS
  • Laporan arus kas melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
  • Entitas menyajikan dari ketiga aktivitas tersebut dengan cara yang sesuai dengan bisnisnya.
  • Suatu transaksi tunggal mencakup arus kas yang diklasifikasikan secara berbeda. Contoh: pelunasan pinjaman bank dan bunganya mencakup keduanya     pendanaan dan operasi.

Aktivitas Operasi
  • Aktivitas operasi adalah indikator utama untuk menentukan apakah operasi entitas telah menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi entitas, membayar deviden, dan melakukan investasi baru tanpa bantuan sumber pendanaan dari luar.
  • Aktivitas operasi diperoleh terutama dari aktivitas utama penghasilan pendapatan entitas. Oleh karena itu, arus kas tersebut umumnya dihasilkan darii transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba rugi.
  •  Arus kas yang timbul dari pembelian dan penjualan dalam transaksi efek yang diperjualbelikan atau diperdagangkan tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, dan uang muka (cash advonces) dan pinjaman oleh lembaga keuangan umumnya diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi.

Aktivitas Investasi
       Aktivitas investasi adalah penting karena arus kas mempresentasikan sejauh mana pengeluaran yang telah terjadi untuk sumber daya yang diintensikan untuk menghasilkan penghasilan dan arus kas ke masa depan.
Contoh arus kas yang timbul dari aktivitas investasi:
  1. Pembayaran kas dan penerimaan kas dari penjualan untuk memperoleh  aset tetap, aset tak berwujud, dan aset jangka panjang lain
  2. Pembayaran kas untuk memperoleh instrumen  utang atau ekuitas entitas lain dan kepentingan dalam ventura bersama
  3. Penerimaan kas dan penjualan instrumen utang dan ekuitas entitas lain dan kepentingan ventura diatas
  4. Uang muka dari pinjaman yang diberikan kepada pihak lain
  5. Penerimaan kas dari pelunasan uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain
  6. Pembayaran kas dan penerimaan kas untuk future contracts, forward contracts, option contracts, dan swap contracts.

Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan adalah penting karena berguna untuk memprediksi klaim atas arus kas masa depan oleh penyedia modal entitas.
Contoh arsu kas yang timbul dari aktivitas pendanaan, yaitu:
  1. Penerimaan kas dari penerbitan saham atau instrumen ekuitas lain
  2. Pembayaran kas kepada pemilik untuk memperoleh atau menebus saham entitas
  3. Penerimaan kas dari penerbitan obligasi, pinjaman wesel, hipotek, dan pinjaman jangka pendek, dan jangka panjang lain
  4.  Pelunasan pinjaman
  5. Pembayaran kas oleh lessee untuk mengurangi saldo liabilitas yang berkaitan dengan sewa pembiayaan.

PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Metode yang digunakan entitas dalam melaporkan arus kas dari aktivitas operasi, yaitu:
  1. Metode langsung, metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pembayaran kas bruto
  2. Metode tidak langsung, metode ini laba rugi disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh transaksi yang bersifat non kas, penangguhan, atau akrual dari penerimaan dan pembayaran kas untuk operasi dimasa lalu atau masa depan, dan pos penghasilan atau beban yang berhubungan dengan arus kas investasi atau pendanaan.

PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI DAN PENDANAAN
       Entitas melaporkan secara terpisah kelompok utama penerimaan kas bruto dan pembayaran kas bruto yang timbul dari aktivitas investasi dan pendaan, kecuali arus kas yang dideskripsikan, yang dilaporkan atas dasar arus kas neto.

PELAPORAN ARUS KAS ATAS DASAR ARUS KAS NETO
       Berikut ini arus kas yang timbul dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan yang dapat dilaporkan atas dasar arus kas neto:
  1. Penerimaan dan pembaran kas untuk kepentingan pelanggan jika arus kas tersebut lebih mencerminkan aktivitas pelanggan daripada aktivitas entitas
  2. Penerimaan dan pembayaran kas untuk pos-pos dengan perputaran cepat, jumlah yang besar, dan jangka waktu yang singkat.

ARUS KAS DALAM VALUTA ASING
       Arus kas yang timbul dari trasaksi valuta asing dicatat dalam mata uang fungsional entitas dengan mengalihkan jumlah valuta asing tersebut dengan kurs antara mata uang fungsional dengan valuta asing pada tanggal transaksi arus kas.

BUNGA DAN DIVIDEN
       Bunga dan dividen yang diterima dapat diklasifikasikan sebagai arus kas operasi karena mempengaruhi laba rugi. Sebagai alternatif, bunga dan dividen yang diterima dapat diklasifikasikan juga sebagai komponen arus kas pendanaan, dan arus kas investasi karena merupakan biaya perolehan sumber daya keuangan atau sebagai imbal hasil investasi.

PAJAK PENGHASILAN
       Arus kas yang timbul dari pajak penghasilan diungkapkan secara terpisah dan diklasifikasikan sebagai arus kas dari aktivitas operasi dapat didentifikasikan secara spesifik sebagai aktivitas pendanaan dan investasi. Pajak penghasilan dikenakan atas transaksi yang menghasilkan arus kas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi, atau pendanaan dalam laporan arus kas.

INVESTASI PADA ENTITAS ANAK. ENTITAS ASOSIASI, DAN VENTURA BERSAMA
       Jika akuntansi untuk investasi pada entitas asosiasi, ventura bersama atau entitas anak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas atau metode biaya, maka investor membatasi pelaporannya dalam laporan arus kas hanya pada arus kas yang terjadi antara investor dan investee, sebagai contoh jumlah dividen dan uang muka yang diterima.

PERUSAHAAN KEPEMILIKAN ATAS KEPENTINGAN PADA ENTITAS ANAK DAN BISNIS LAIN
       Gabungan arus kas yang timbul dari perolehan dan kehilangan pengendalian atas entitas anak atau bisnis lain disajikan secara terpisah dan diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi. Entitas anak dan bisnis lain selama suatu periode mengungkapkan hal-hal berikut:
  1. Jumlah imbalan yang dibayarkan atau diterima
  2. Bagian dari imbalan yang terdiri dari kas dan setara kas
  3. Jumlah kas dan setara kas dalam entitas anak atau bisnis lain dimana pengendalian diperoleh atau hilang, dan
  4. Jumlah aset dan liabilitas selain kas atau setara kas dalam entitas anak atau bisnis lain dimana pengendalian diperoleh atau hilang.

TRANSAKSI NON KAS
       Tidak dimasukkannya transaksi non kas dalam laporan arus kas ini konsisten dengan tujuan laporan arus kas sebagaimana pos tersebut tidak mempengaruhi arus kas dalam periode kini. Beberapa contoh transaksi nonkas adalah:
  1. Perolehan aset baik secara kredit atau melalui sewa pembiayaan
  2. Akuisisi suatu entitas melalui penerbitan instrumen ekuitas
  3. Konversi utang menjadi ekuitas

PERUBAHAN PADA LIABILITAS YANG TIMBUL DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Entitas mengungkapkan perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan sebagai berikut:
  1. Perubahan dari arus kas pendanaan
  2. Perubahan yang timbul dari perolehan atau kehilangan pengendalian entitas anak atau bisnis lain
  3. Dampak perubahan tingkat kurs valuta asing
  4. Perubahan pada nilai wajar dan perubahan lainnya

KOMPONEN KAS DAN SETARA KAS
       Entitas mengungkapkan komponen kas dan setara kas serta menyajikan rekonsiliasi jumlah tersebut dalam laporan arus kas dengan pos yang sama yang dilaporkan dalam laporan posisi keuangan.

PENGUNGKAPAN LAIN
       Entitas mengungkapkan jumlah saldo kas dan setara kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh kelompok usaha, beserta komentar manajemen

TANGGAL EFEKTIF
       Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2011.
Amandemen PSAK 2: Laporan Arus Kas tentang Prakarsa Pengungkapan. Entitas menerapkanuntuk periode tahun buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2018. Penerapan dini diperkenankan. Pada saat entitas pertama kali menerapkan, entitas tidak disyaratkan untuk menyediakan informasi komparatif untuk periode sebelumnya.

PENARIKAN
Pernyataan ini menggantikan PSAK 2 (2009): Laporan Arus Kas.

Sumber:
www.iaiglobal.or.id.pernyataan-sak
https://www.jurnal.id




Tidak ada komentar:

Posting Komentar